1. Sanksi dalam Akuntansi
| – | Secara akuntansi , sanksi bunga dan denda yang ditanggung perusahaan merupakan beban tambahan dalam tahun berjalan. |
| – | Perusahaan yang melakukan pembelian dan memperoleh sanksi, maka sanksi tersebut tidak boleh dimasukkan ke dalam harga perolehan tetapi diperlakukan sebagai beban tambahan yang bukan bagian dari harga yang seharusnya dibayarkan. |
Contoh 1 :
| Tanggal 5 Januari 2003, PT Beta membeli 10 unit TaxGuide dari PT MUC dengan total harga Rp 10.000.000,- secara kredit. Apabila PT Beta melunasi hutang dalam jangka waktu 10 hari sejak tanggal pembelian, PT MUC akan memberikan potongan harga sebesar 10%. Namun, jika PT Beta terlambat melunasi hutangnya, akan dikenakan sanksi sebesar 2% dari harga jual dan tidak mendapat potongan harga. Secara akuntansi , pencatatan sanksi tersebut sbb : | ||||||
| a) | Saat pembelian dengan potongan harga 10% | |||||
| PPN masukan | Rp 900.000,- | |||||
| Pembelian | Rp 10.000.000,- | |||||
| Utang Dagang | Rp 9.900.000,- | |||||
| Potongan pembelian | Rp 1.000.000,- | |||||
| b) | Saat pembelian tanpa potongan harga | |||||
| Pembelian | Rp 10.000.000,- | |||||
PPN masukan | Rp 1.000.000,- | |||||
| Utang Dagang | Rp11.000.000,- | |||||
| c) | Saat pelunasan dengan potongan harga | |||||
| Utang Dagang | Rp 9.900.000,- | |||||
Potongan pembelian | Rp 1.000.000,- | |||||
| Kas | Rp 10.900.000,- | |||||
| d) | Saat pelunasan apabila dikenakan sanksi 2% | |||||
| Utang Dagang | Rp 11.000.000,- | |||||
Sanksi keterlambatan | Rp 200.000,- | |||||
| Kas | Rp 11.200.000,- | |||||
| Pada sisi penjual, denda yang dikenakan terhadap pembeli merupakan penghasilan tambahan. Namun, berdasarkan surat Dirjen Pajak, sanksi keterlambatan tersebut bukan objek PPN. Pencatatan transaksi tersebut bagi PT MUC sbb : | |||
| a) | Saat penjualan | ||
| Piutang dagang | Rp 10.000.000,- | ||
| Potongan penjualan | Rp 1.000.000,- | ||
| PPN keluaran | Rp 1.000.000,- | ||
| Penjualan | Rp 10.000.000,- | ||
| b) | Saat penerimaan pembayaran | ||
| Kas | Rp 10.000.000,- | ||
| Piutang dagang | Rp 10.000.000,- | ||
| c) | Saat penerimaan apabila pembeli memperoleh sanksi 2% | ||
| Kas | Rp 11.200.000,- | ||
| Piutang dagang | Rp 11.000.000,- | ||
| Sanksi keterlambatan | Rp 200.000,- | ||
2. Sanksi Administrasi Perpajakan
| – | Sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda yang berkenaan dengan pelaksanaan perundang-undangan di bidang perpajakan, tidak boleh dibebankan sebagai biaya (non-deductible). |



































